PT Bumi Serpong Damai Tbk BSDE

πŸ“… 25 Mei 2026 🏒 Properti & Real Estate 🏦 IDX Β· Jakarta πŸ’Ή Harga: Rp680 (est., per 25 Mei 2026)

Harga saham merupakan estimasi berdasarkan kapitalisasi pasar Rp14,33 T Γ· 21,17 miliar saham beredar. Sumber: data pasar terkini, Mei 2026.


Kapitalisasi Pasar
Rp14,4 T
@Rp680/lembar Γ— 21,17 M saham
Pendapatan 2025
Rp12,78 T
↓7,3% vs 2024 (Rp13,79 T)
Laba Bersih 2025
Rp2,54 T
↓41,6% vs rekor 2024 (Rp4,35 T)
Dividen Per Saham
Rp0
Tidak dibagikan sejak 2020 (PSN)

πŸ™οΈ Profil Singkat

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia yang dikenal luas sebagai pembangun BSD City β€” kawasan kota mandiri terbesar di Asia Tenggara yang membentang di atas lahan lebih dari 5.950 hektare di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Berdiri secara formal pada 1984 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2008, perusahaan ini merupakan bagian integral dari ekosistem bisnis Sinar Mas Land, salah satu grup properti paling berpengaruh di Indonesia.

Sepanjang lebih dari empat dekade operasional, BSDE telah membuktikan dirinya sebagai master developer yang mampu mengintegrasikan kawasan hunian, komersial, industri ringan, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan hiburan dalam satu ekosistem kota yang terencana matang. BSD City hari ini bukan sekadar perumahan β€” ia adalah sebuah kota dengan populasi ratusan ribu penduduk, ribuan perusahaan tenant, dan infrastruktur yang terus berkembang.

Peran strategis BSDE semakin diperkuat oleh keikutsertaannya dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah, dengan investasi yang diserap mencapai Rp18,54 triliun. Status PSN ini meneguhkan posisi BSD City sebagai salah satu katalis pertumbuhan ekonomi wilayah Banten dan Jabodetabek.

AtributDetail
Nama ResmiPT Bumi Serpong Damai Tbk
Kode SahamBSDE (IDX)
Tahun Berdiri1984
IPO di BEI6 Juni 2008
Kantor PusatBSD City, Tangerang Selatan, Banten
Sektor / SubsektorProperti & Real Estate / Pengembang Kawasan
Grup IndukSinar Mas Land (Grup Sinar Mas)
Jumlah Saham Beredar21,17 miliar lembar
Total Aset (2024)Rp76,02 triliun
Luas Kawasan BSD CityΒ±5.950 hektare (total izin)
Status PSNYa β€” Proyek Strategis Nasional

βš™οΈ Model Bisnis

Land Banking dan Pengembangan Bertahap. Inti dari model bisnis BSDE adalah akuisisi dan pengelolaan lahan skala besar β€” sebuah strategi yang mensyaratkan investasi awal sangat besar namun menghasilkan value creation jangka panjang yang luar biasa. Perusahaan membeli lahan mentah, mengembangkan infrastruktur dasar (jalan, saluran air, fasilitas umum), kemudian mengakui keuntungan berlipat seiring naiknya nilai tanah di kawasan yang mereka bangun sendiri. BSD City saat ini sedang dalam pengembangan Tahap III seluas 2.450 hektare, membuka dimensi pertumbuhan baru selama satu hingga dua dekade ke depan.

Segmen Residensial. Segmen hunian merupakan kontributor terbesar dalam prapenjualan BSDE, ditargetkan menyumbang 50% dari target Rp10 triliun pada 2026. Produk unggulan mencakup klaster premium seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Terravia, Vireya, dan Eonna β€” semuanya mengusung konsep kehidupan modern yang ramah lingkungan. BSDE secara konsisten meluncurkan klaster-klaster baru untuk mempertahankan momentum penjualan.

Segmen Komersial dan Mixed-Use. BSD City bukan hanya kota hunian β€” ia adalah pusat bisnis yang terus tumbuh. BSDE mengembangkan dan menyewakan kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan (termasuk AEON Mall BSD City), kawasan ruko, serta hotel. Pendapatan berulang dari segmen ini memberikan stabilitas arus kas yang melengkapi pendapatan satu kali dari penjualan unit residensial.

Segmen Industri dan Logistik. Kawasan BSD juga mencakup industrial estate ringan yang menarik penyewa dari sektor manufaktur, logistik, dan teknologi. Posisi geografis yang strategis β€” dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akses tol langsung ke Jakarta β€” menjadi daya tarik utama bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan lokasi operasional premium.

Layanan Infrastruktur Kota. Sebagai master developer, BSDE juga menyediakan layanan utilitas seperti pengelolaan air bersih, listrik cadangan, dan sistem telekomunikasi kepada penghuni dan tenant BSD City. Ini menciptakan sumber pendapatan berulang yang relatif defensif dan tidak terlalu terpengaruh siklus properti.

Cara Uang Dihasilkan. Secara sederhana, BSDE menghasilkan uang melalui empat mekanisme utama: (1) penjualan kavling dan unit rumah kepada konsumen akhir atau investor; (2) penjualan unit strata-title komersial seperti ruko dan gedung perkantoran; (3) pendapatan sewa dari aset yang dipertahankan sebagai portofolio investasi; dan (4) pendapatan jasa dari pengelolaan infrastruktur dan fasilitas kota. Model ini memungkinkan BSDE untuk memanfaatkan lahan yang secara historis dibeli dengan harga sangat rendah, lalu dimonetisasi dengan nilai yang puluhan hingga ratusan kali lipat lebih tinggi setelah kawasan berkembang matang.

πŸ“Š Kinerja Keuangan

Perjalanan keuangan BSDE dalam enam tahun terakhir mencerminkan siklus industri properti secara gamblang. Tahun 2020 menjadi titik nadir akibat pandemi COVID-19, dengan laba bersih terjun ke hanya Rp486 miliar dari pendapatan Rp6,18 triliun. Namun pemulihan berlangsung cepat: 2021 mencatat laba tiga kali lipat menjadi Rp1,53 triliun seiring meledaknya permintaan hunian pasca-pandemi, dan 2022 mengonfirmasi tren ini dengan laba Rp2,43 triliun dari pendapatan Rp10,24 triliun yang tumbuh 33,7%.

Tahun 2023 menunjukkan sedikit normalisasi dengan laba bersih Rp2,25 triliun di tengah pasar yang lebih selektif. Namun 2024 menjadi tahun yang luar biasa β€” BSDE mencetak rekor laba bersih sepanjang masa sebesar Rp4,35 triliun, lebih dari dua kali lipat dibanding 2023, dengan pendapatan melonjak ke Rp13,79 triliun. Rekor ini didorong oleh kombinasi prapenjualan yang kuat, pengakuan pendapatan dari proyek-proyek besar, dan revaluasi aset.

Sayangnya, 2025 tidak mampu mempertahankan momentum tersebut. Laba bersih terkoreksi signifikan sebesar 41,6% menjadi Rp2,54 triliun, sementara pendapatan turun 7,3% ke Rp12,78 triliun. Manajemen mengaitkan penurunan ini dengan timing pengakuan pendapatan dari proyek-proyek PSN dan normalisasi pasca-rekor 2024.

Pendapatan & Laba Bersih (2020–2025, Rp Triliun)

Tabel Rasio Keuangan Historis

Tahun Pendapatan (T) Laba Bersih (T) EPS (Rp) PER (x) PBV (x) DER (x) ROE (%) Div. Yield
2020 6,18 0,49 23 52,2 (est.) 0,41 (est.) 0,68 (est.) 1,3% 0%
2021 7,65 1,53 72 16,7 (est.) 0,44 (est.) 0,65 (est.) 4,1% 0%
2022 10,24 2,43 115 9,6 (est.) 0,42 (est.) 0,63 (est.) 6,4% 0%
2023 11,54 2,25 106 8,5 (est.) 0,46 (est.) 0,62 5,5% 0%
2024 13,79 4,35 206 5,1 (est.) 0,47 (est.) 0,61 9,8% 0%
2025 12,78 2,54 120 5,7 (aktual) 0,28 (aktual) 0,51 5,2% 0%

PER, PBV 2020–2024 menggunakan estimasi harga historis. PER & PBV 2025 dihitung menggunakan harga Rp680/lembar (aktual per 25 Mei 2026). Total saham beredar 21,17 miliar. (est.) = estimasi.

PER aktual 2025: 680 Γ· 120 = 5,7x  |  PBV aktual: 680 Γ· 2.424 = 0,28x  |  Market Cap: Rp14,4 T  |  Dividend Yield: 0% (dividen tidak dibagikan)

🧩 Struktur Kepemilikan & Segmen Bisnis

Struktur kepemilikan BSDE per Maret 2026 menunjukkan dominasi kuat oleh entitas-entitas terafiliasi Grup Sinar Mas. PT Paraga Artamida menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 40,75%, sementara PT Ekacentra Usahamaju menambahkan 25,94%. Kombinasi keduanya memberikan Grup Sinar Mas kendali efektif sebesar sekitar 66,69% atas perusahaan. Free float publik tercatat sebesar 27,41% β€” sedikit mengecil dibanding periode sebelumnya, seiring bertambahnya jumlah investor ritel dari 28.395 menjadi 29.009 investor dalam satu bulan terakhir.

Struktur Pemegang Saham (Maret 2026)

Dari sisi segmen bisnis, pendapatan BSDE pada 2025 masih didominasi oleh penjualan properti residensial dan komersial. Target prapenjualan 2026 sebesar Rp10 triliun mengalokasikan 50% untuk residensial, 35% untuk komersial, dan 15% untuk segmen lainnya. Kuartal I 2026 berhasil membukukan prapenjualan Rp2,54 triliun (+5% YoY), menempatkan perusahaan tepat di jalur 25% dari target tahunan.

Target Komposisi Prapenjualan 2026 (Rp Triliun)

πŸ“° Berita & Perkembangan Terkini

Mei 2026
Kinerja Keuangan Q1 2026: Marketing Sales Rp2,54 Triliun, Tumbuh 5% YoY
BSDE membukukan prapenjualan sebesar Rp2,54 triliun pada kuartal pertama 2026, naik 5% dibandingkan Rp2,43 triliun pada periode yang sama tahun 2025. BSD City tetap menjadi ujung tombak kontribusi, menopang lebih dari 60% total capaian. Perolehan ini setara 25% dari target tahunan Rp10 triliun, menempatkan perusahaan di jalur yang sesuai rencana.
πŸ“ˆ On Track
Februari 2026
BSDE Terbitkan Obligasi Rp2 T dan Sukuk Rp1 T untuk Ekspansi BSD City Tahap III
Dalam rangka mendanai pengembangan infrastruktur BSD City Tahap III di atas 2.450 hektare lahan baru, BSDE mengumumkan rencana penerbitan Obligasi IV BSD senilai maksimal Rp2 triliun dan Sukuk Ijarah I senilai maksimal Rp1 triliun. Dana yang terhimpun akan digunakan untuk pembangunan jalan, utilitas, dan modal kerja proyek-proyek unggulan di kawasan baru tersebut.
πŸ—οΈ Ekspansi
Januari 2026
BSDE Catat Prapenjualan 2025 Sebesar Rp10,04 Triliun β€” Melampaui Target
PT Bumi Serpong Damai Tbk secara resmi mengumumkan realisasi prapenjualan (marketing sales) sepanjang 2025 sebesar Rp10,04 triliun, melampaui target yang dipatok Rp10 triliun. Pencapaian ini dicapai di tengah kondisi pasar properti yang menantang, dan menjadi landasan kuat bagi penetapan target serupa untuk tahun 2026.
βœ… Melampaui Target
2026
BSDE Raih Penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World 2026 untuk ESG
BSDE mendapatkan pengakuan internasional atas komitmennya terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan pengembangan kota berkelanjutan melalui penghargaan bergengsi FORTUNE Indonesia Change the World 2026. Penghargaan ini mencerminkan integrasi program lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) yang konsisten dalam setiap aspek pengembangan BSD City.
🌿 ESG Award

βš–οΈ Risiko & Peluang

Risiko Utama

Risiko Siklus Pasar Properti. Industri properti secara inheren bersifat siklikal dan sensitif terhadap kondisi makroekonomi β€” terutama tingkat suku bunga, kepercayaan konsumen, dan pertumbuhan PDB. Koreksi laba yang terjadi di 2025 mengingatkan bahwa bahkan pengembang terkuat pun tidak imun terhadap perlambatan. Kenaikan suku bunga KPR dapat menekan demand sisi konsumen secara langsung. ⚠️ Risiko Sedang–Tinggi

Risiko Timing Pengakuan Pendapatan. Model bisnis pengembang properti menghasilkan pendapatan yang tidak linear β€” satu kuartal bisa sangat tinggi (pengakuan bulk dari proyek besar selesai) dan kuartal lain sangat rendah. Ini menciptakan volatilitas laba yang bisa menyesatkan investor yang hanya melihat data jangka pendek. ⚠️ Risiko Sedang

Risiko Utang dan Refinancing. Penerbitan obligasi Rp2 triliun dan sukuk Rp1 triliun menambah beban utang, meskipun DER masih terbilang sehat di 0,51x. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, biaya refinancing bisa meningkat signifikan. ⚠️ Risiko Sedang

Risiko Regulasi dan PSN. Status Proyek Strategis Nasional membawa manfaat besar (dukungan pemerintah, kemudahan perizinan), namun juga membawa ketergantungan terhadap kebijakan pemerintah yang bisa berubah seiring pergantian kepemimpinan atau prioritas anggaran nasional. ⚠️ Risiko Sedang

Peluang Utama

BSD City Tahap III β€” Dekade Pertumbuhan Baru. Pengembangan 2.450 hektare lahan baru membuka pipeline pertumbuhan yang sangat panjang. Dengan track record BSD City yang sudah terbukti, konversi lahan baru ini menjadi kawasan bernilai tinggi hanyalah soal waktu dan eksekusi. πŸš€ Peluang Tinggi

Infrastruktur Pemerintah sebagai Katalis Nilai. Perluasan jaringan tol, rencana perpanjangan MRT, dan pengembangan kawasan penyangga ibu kota baru secara langsung meningkatkan aksesibilitas BSD City β€” dan dengan demikian, nilai properti di kawasan tersebut. BSDE sebagai master developer akan menjadi penerima manfaat terbesar dari setiap peningkatan konektivitas ini. πŸš€ Peluang Tinggi

Demand Data Center dan Teknologi. BSD City sudah menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan teknologi besar. Seiring meledaknya kebutuhan data center di Indonesia β€” didorong oleh transformasi digital dan AI β€” kawasan BSD yang memiliki infrastruktur listrik handal dan konektivitas prima menjadi lokasi pilihan untuk investasi fasilitas digital skala besar. πŸ’‘ Peluang Muncul

Valuasi yang Menarik. Dengan PBV hanya 0,28x berdasarkan harga pasar saat ini, saham BSDE diperdagangkan jauh di bawah nilai buku ekuitasnya. Bagi investor nilai (value investor) yang percaya pada kualitas aset lahan dan properti BSDE, tingkat diskon ini mewakili margin of safety yang signifikan. πŸ’° Peluang Nilai

🌿 ESG & Keberlanjutan

Komitmen BSDE terhadap keberlanjutan bukan sekadar laporan tahunan yang indah β€” ia tercermin dalam cara perusahaan membangun dan mengelola BSD City sebagai ekosistem kota yang mengedepankan kualitas hidup jangka panjang. Penghargaan FORTUNE Indonesia Change the World 2026 menjadi konfirmasi eksternal atas pendekatan ini.

🌱 Environmental (Lingkungan) 72/100
Pengembangan ruang terbuka hijau seluas >1.000 ha di BSD City, sistem pengelolaan air terpadu, standar bangunan hijau (green building), dan program net-zero carbon dalam perencanaan jangka panjang.
🀝 Social (Sosial) 68/100
Program perumahan terjangkau (Sinar Mas Land Affordable Housing), fasilitas pendidikan (sekolah dan universitas Prasetiya Mulya), layanan kesehatan (RS Eka Hospital BSD), dan program CSR komunitas lokal.
πŸ›οΈ Governance (Tata Kelola) 75/100
Perusahaan publik dengan kewajiban pelaporan transparan ke BEI, struktur dewan komisaris independen, kebijakan anti-korupsi, dan audit eksternal rutin. Tata kelola dinilai baik mengingat ukuran dan kompleksitas bisnis.

Dalam visi jangka panjang, BSDE menempatkan BSD City sebagai smart sustainable city yang mengintegrasikan teknologi, mobilitas rendah emisi, dan ketahanan lingkungan. Pengembangan Tahap III dirancang dengan prinsip-prinsip kota hijau yang lebih ambisius dibanding tahap-tahap sebelumnya β€” mencerminkan evolusi standar pembangunan seiring meningkatnya ekspektasi regulasi dan konsumen.